Sunday, 28 September 2014

Adelir Antônio de Carli, pendeta terbang

Cluster Ballooning (image credit: wikipedia)

Darwin awards

Cluster Balloning adalah aksi dimana seseorang terbang menggunakan beberapa balon helium. Larry walter pada tahun 1982 mencoba dengan mengikat 42 balon helium di kursi taman milkinya dan berhasil terbang. Awalnya Larry hanya ingin mencapai ketinggian 100 m saja....alih-alih dia mencapai ketinggian hampir 5 km. Untungnya Larry membawa senapan angin untuk memecahkan balon pada ketinggian tertentu agar Larry bisa turun. 

The Guiness Book of Records mencatat ketinggian paling tinggi yang bisa dicapai Cluster Ballooning oleh Mike Howard dan Steve David dengan ketinggian 5.6km.

Lain lagi ceritanya dengan Adelir Antônio de Carli. Pada tahun 2008, Antonio, seorang pendeta katolik asal Brazil, ingin membuat fundraiser / pengumpulan dana untuk rest area para supir truk. Antonio melakukan aksi Cluster Ballonnin dengan 1000 balon helium. Dilengkapi GPS, helm, baju tahan air, parasut, dan makanan & minuman yang cukup untuk 5 hari, Carli terbang mencapai ketinggian 6,000 meter. Carli sendiri sudah dilatih memanjat gunung dan bertahan hidup di hutan sebelumnya. Carli juga seorang skydiver yang hebat. 

Sayangnya, Ayah Antonio de Carli membuat kesalahan fatal--Dia tidak tahu cara menggunakan GPS. Dari darwin awards, angin berpindah menuju lautan lepas, Antonio bisa saja menggunakan parasut untuk menyelamatkan dirinya, tapi dia memilih untuk tidak melakukanya. Alih-alih menggunakan GPS, antonio memilih tuhan yang menjadi penunjuk arahnya. Antonio menghilang dan akhirnya berhasil melakukan panggilan untuk bantuan, tapi bantuan tidak bisa menemukan dimana antonio berada...karena GPS tidak digunakan oleh Antonio.

Pada akhirnya, 4 Juli 2008 ditemukan sebagian dari jasad bapak Antonio de Carli. Jasad di identifikasi dan di tes DNA--dicocokkan dengan DNA adiknya dan benar saja jasad tersebut milik Adelir Antonio de Carli.




***




No comments:

Post a Comment